Detail Cantuman
Skripsi
ANALISIS PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM TRADISI MUBENG PUNDEN SETELAH AKAD NIKAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA BAKARAN WETAN KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI)
Tradisi mubeng punden merupakan warisan budaya yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, yang dipercaya membawa berkah dan keselamatan dalam kehidupan rumah tangga. Namun, di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi, generasi Z yang dikenal kritis dan rasional menunjukkan keragaman sikap dalam merespons keberlangsungan tradisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi generasi Z terhadap nilai dan norma sosial dalam pelaksanaan tradisi mubeng punden setelah akad nikah di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, serta meninjau praktik tersebut dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan individu dari generasi Z. Untuk menguji keabsahan datanya dengan cara triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mubeng punden setelah akad nikah di Desa Bakaran Wetan merupakan warisan budaya dari Nyai Ageng Sabirah yang masih dilestarikan hingga kini. Tradisi ini mencerminkan nilai dan norma sosial yang diturunkan lintas generasi, melalui prosesi kenduri, pembuatan sesaji oleh perempuan yang suci dari haid dan nifas, serta pembakaran menyan dan merang di titik-titik tertentu. Meskipun memiliki nilai pelestarian budaya, sebagian tokoh masyarakat memaknainya secara keliru, menganggap bahwa pengabaian tradisi akan mendatangkan musibah, yang dalam perspektif hukum Islam tergolong ‘urf fasid karena bertentangan dengan prinsip tauhid. Sebaliknya, apabila tradisi dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan media mempererat solidaritas sosial tanpa melibatkan unsur takhayul atau khurafat, maka dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih yang sejalan dengan syariat. Generasi Z, yang tumbuh dalam era digital, menunjukkan sikap kritis dan rasional terhadap tradisi ini. Namun demikian, generasi Z tetap menghargai tradisi sepanjang bersifat logis, kontekstual, dan tidak melanggar ajaran Islam. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian tradisi lokal dapat tetap dijalankan secara bijak dengan menyesuaikan nilai dan norma sosial terhadap prinsip keislaman dan perkembangan zaman.
Ketersediaan
| 26TA558380.1 | 2X6 LUS a | Perpustakaan Pusat | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X6 LUS a
|
| Penerbit | UIN Sunan Kudus : Kudus., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
xv, 99 hlm; 23 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2X6
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
SOSIAL DAN BUDAYA ISLAM
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Gina Lusiana
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






